aku

This is the post excerpt.

aku duduk termangu

andai rembulan tahu

mungkin dia titipkan rinduku padamu

aku menerawang langit

mengenang genangan pahit

ketika kau pergi tanpa pamit

aku bak menginjak bara

ketika tak ada lagi pelipur lara

aku disini sendiri

andai rembulan tahu, sayangnya purnama tak ada dihadapanku

sayang, aku rindu kamu yang dulu

hujan dan senja

di antara hujan dan senja kau peluk aku dengan kenangan

di antara hujan dan senja kau genggam aku dengan rayuan

di antara hujan dan senja kau rangkul aku dalam senyuman 

di antara hujan dan senja angin menggebu menerpa 

meninggalkan ku dalam keterpurukan

menghembuskan angan

merangkai air mata
di antara hujan dan senja

kau mengajarkanku bagaimana menjadi kuat

terima kasih telah pergi dan membawa segala yang ada

berkat mu aku tahu apa itu kehilangan.

a i r

air pun berbahasa, air pun berperasaan

air meraba lembut pada setiap orang yang menyentuhnya

mengalir hangat pada pipi yang ditelusurinya

menciprat pada siapapun yang sembarangan menginjaknya

membiarkan dirinya kotor jika tak ada yang menghargainya, ia tak begitu peduli

air, air, dan terus air

air, air, dan air

air di laut tidak mengalir, begitu juga dengan samudera sama seperti bak mandi juga ember 

tak peduli seberapa luas mereka, seberapa dalam wujudnya, ataupun seberapa banyak ikan yang hidup di dalamnya, atau seberapa penting mereka bagi sekitar.

mereka itu itu saja, tidak berubah karena mereka tidak mengalir hanya bergulir di tempat yang sama

bergiliran tempat layaknya takdir yang memeluk mereka

mereka bisa jadi bernafas di atas, tersendat di tengah atau juga terinjak di bawah

ibaratkan saja air itu kita, tempat air itu berada adalah nasib yang sedang beriringan dengan kita

bisa jadi kita ada di tempat yang sama karena tak ada yang membuat perubahan, tapi tenang belum tentu nyaman

atau bisa jadi kita bertukar tempat dengan yang lain karena perbuatan seseorang

tak ada yang tahu

mungkin juga saat kita berada di atas mendadak air tumpah

nyaman belum tentu aman

hidup adalah hidup jika suka jalankan, jika tidak buatlah perubahan, dan jika enggan terimalah apapun yang ada

d i a –

dia

orang yang kamu paksa agar terus bersama mu

apakah ia bahagia?

apakah ia nyaman saat kau genggam jemarinya?

apakah ia merasa hangat saat kau rengkuh bahunya?

apakah ia merasa sempurna saat beriringan dengan mu?

apakah ia tersenyum saat kau berbicara?

apakah matanya berbinar saat ia menatap wajah mu?

apakah hatinya luluh saat melihat peluh mu?

apakah ia merasa bebas saat berada di dekat mu?

apakah hatinya merasa ringan saat mendengar suara mu?

apakah ia merasa benar-benar bahagia saat bersamamu?

benarkah bahagia?

aku rasa ia tak betul-betul bahagia

dia, bukan aku