aku

This is the post excerpt.

Advertisements

aku duduk termangu

andai rembulan tahu

mungkin dia titipkan rinduku padamu

aku menerawang langit

mengenang genangan pahit

ketika kau pergi tanpa pamit

aku bak menginjak bara

ketika tak ada lagi pelipur lara

aku disini sendiri

andai rembulan tahu, sayangnya purnama tak ada dihadapanku

sayang, aku rindu kamu yang dulu

rajutan takdir

Kita sendiri yang memilih benang, warna apapun terserah, tekstur apa saja. Bebas.

Biar Tuhan yang merajutnya dengan terikat jarum sebagai jalannya takdir kita

Liukanya elok, walau terkadang tanpa harum bunga mekar

Luasnya bagaimana Tuhan

Terkadang ada yang hanya satu garis pendek atau tigabelas liukan kecil

Tapi ada saja yang bisa dijadikan permadani, saking luas dan panjangnya

Semuanya terserah Tuhan

Jika– semoga saja, diizinkan mungkin kita berhasil menatap senja serta memandang langit penuh dengan taburan bintang

Atau bisa saja, kita sudah memejamkan mata saat bunga masih kuncup

Atau boleh jadi kita tak pernah menatap cahaya atau mengatahui warna walau hanya seberkas

Sekali lagi, itu semua terserah Tuhan

garuda ku hebat

garuda ku akan selalu terbang, tak peduli seberapa besar batu yang dilemparkan padanya

garuda ku akan selalu melambung bersama angkasa, tak peduli seberapa banyak bulu yang berguguran tersapu angin

garuda ku kuat, garuda ku luar biasa hebat

garuda ku, bangsa ku

tak akan pernah menyerah sampai nanti, sampai waktu yang tak ada batasnya

garuda ku, bangsa ku

akan selalu menang —

serindu 1000 malam

semakin terang bintang di langit, semakin rindu juga aku padamu

semakin gelap langit, semakin kelam juga hidupku tanpamu

andai langit bisa mengantarkan rindu, mungkin sudah kubuatkan lagu pengantar mimpi dibantu angin malam dan kelip bintang ditemani bulan sebagai lampu tidurnya

hanya untukmu, sayang

untukmu seorang —

hujan dan senja

di antara hujan dan senja kau peluk aku dengan kenangan

di antara hujan dan senja kau genggam aku dengan rayuan

di antara hujan dan senja kau rangkul aku dalam senyuman 

di antara hujan dan senja angin menggebu menerpa 

meninggalkan ku dalam keterpurukan

menghembuskan angan

merangkai air mata
di antara hujan dan senja

kau mengajarkanku bagaimana menjadi kuat

terima kasih telah pergi dan membawa segala yang ada

berkat mu aku tahu apa itu kehilangan.

a i r

air pun berbahasa, air pun berperasaan

air meraba lembut pada setiap orang yang menyentuhnya

mengalir hangat pada pipi yang ditelusurinya

menciprat pada siapapun yang sembarangan menginjaknya

membiarkan dirinya kotor jika tak ada yang menghargainya, ia tak begitu peduli

air, air, dan terus air

air, air, dan air

air di laut tidak mengalir, begitu juga dengan samudera sama seperti bak mandi juga ember 

tak peduli seberapa luas mereka, seberapa dalam wujudnya, ataupun seberapa banyak ikan yang hidup di dalamnya, atau seberapa penting mereka bagi sekitar.

mereka itu itu saja, tidak berubah karena mereka tidak mengalir hanya bergulir di tempat yang sama

bergiliran tempat layaknya takdir yang memeluk mereka

mereka bisa jadi bernafas di atas, tersendat di tengah atau juga terinjak di bawah

ibaratkan saja air itu kita, tempat air itu berada adalah nasib yang sedang beriringan dengan kita

bisa jadi kita ada di tempat yang sama karena tak ada yang membuat perubahan, tapi tenang belum tentu nyaman

atau bisa jadi kita bertukar tempat dengan yang lain karena perbuatan seseorang

tak ada yang tahu

mungkin juga saat kita berada di atas mendadak air tumpah

nyaman belum tentu aman

hidup adalah hidup jika suka jalankan, jika tidak buatlah perubahan, dan jika enggan terimalah apapun yang ada

d i a –

dia

orang yang kamu paksa agar terus bersama mu

apakah ia bahagia?

apakah ia nyaman saat kau genggam jemarinya?

apakah ia merasa hangat saat kau rengkuh bahunya?

apakah ia merasa sempurna saat beriringan dengan mu?

apakah ia tersenyum saat kau berbicara?

apakah matanya berbinar saat ia menatap wajah mu?

apakah hatinya luluh saat melihat peluh mu?

apakah ia merasa bebas saat berada di dekat mu?

apakah hatinya merasa ringan saat mendengar suara mu?

apakah ia merasa benar-benar bahagia saat bersamamu?

benarkah bahagia?

aku rasa ia tak betul-betul bahagia

dia, bukan aku