satu

“Siapa yang menang antara cinta sekuat tulang dan ego selembut kapas?” Si A bertanya.

“Tentu saja cinta, jelas ia lebih kuat. Kekuatan cinta tidak bisa didefinisikan karena ia bisa mengalahkan semuanya,” Si B menjawab pasti.

“Kau salah,” Ujar Si A

Wajah Si B berubah teruk “Maksudmu?”

“Tentu saja ego yang menang,” Si A berujar kalem.

“Aku tak yakin, A, tapi mengapa?” Si B mulai terheran.

Karena cinta itu tidak ada Si A menjawab sepelan semilir angin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s