pergi

aku tahu betapa sedihnya pergi dan sangat sakitnya ditinggalkan

aku sangat tahu itu

Advertisements

katanya . . .

katanya, cintai dirimu dulu agar kau dicintai orang lain

nyatanya, bohong

katanya, sampaikan apa yang ingin kau sampaikan agar kau tak terbebani

nyatanya, sulit

katanya, lihatlah kebahagian yang ada disekelilingmu dan lupakan masa lalumu

nyatanya, omong kosong

katanya, hidup itu dibawa senang jangan dibawa sulit

nyatanya, mustahil

katanya, tersenyum dapat merubah hari mu menjadi berwarna

nyatanya, tak masuk akal

katamu, kau mencintaiku

nyatanya, kau pergi begitu saja.

satu

“Siapa yang menang antara cinta sekuat tulang dan ego selembut kapas?” Si A bertanya.

“Tentu saja cinta, jelas ia lebih kuat. Kekuatan cinta tidak bisa didefinisikan karena ia bisa mengalahkan semuanya,” Si B menjawab pasti.

“Kau salah,” Ujar Si A

Wajah Si B berubah teruk “Maksudmu?”

“Tentu saja ego yang menang,” Si A berujar kalem.

“Aku tak yakin, A, tapi mengapa?” Si B mulai terheran.

Karena cinta itu tidak ada Si A menjawab sepelan semilir angin

satu rasa

ada satu rasa yang tak pernah tersampaikan

satu rasa yang mengambang hampa bagai beban di relung tulang

satu rasa yang terhalang dinding ego sekuat baja, setinggi langit, dan sedalam tanah

yang tak bisa tersampaikan karena gengsi dan rasa tak karuan

satu rasa yang mengikat jantung hingga berdebar hebat!

satu saja

hanya satu

rindu ini biarlah dibawa semilir angin!

biarlah rindu ini berpijak pada sebidang tanah tanpa arah!

biarlah rindu ini memutar mengitari angan

membayang esok lusa bagai tahun 90-an

biarkanlah rindu ini mendarah daging membungkus tulang!

mengikuti setiap arah aliran darah

biarkan saja rindu ini tumbuh terus hingga laut surut!

menyesakkan dunia walau ia tak bernafas

biarkanlah rindu ini menjadi beban di bahuku

karena aku tak sanggup mengatakan betapa rindunya aku padamu.

teruntuk kamu

teruntuk kamu, pangeran mimpiku

teruntuk kamu, pematah semangatku

teruntuk kamu, penyobek sayapku

teruntuk kamu, pendobrak hatiku

teruntuk kamu, penghancur sanubariku

teruntuk kamu, penggores lukaku

teruntuk kamu, penghenti juangku

teruntuk kamu, pelayu bahagiaku

teruntuk kamu, penjajah merdekaku

teruntuk kamu, penanam sedihku

teruntuk kamu, penggali sakitku

teruntuk kamu, pendebar jiwaku

teruntuk kamu, pelemah ragaku

teruntuk kamu, perajut pahitku

teruntuk kamu, pencacah senyumku
terima kasih telah datang ke hidupku dan tolong jangan pernah kembali. lagi.